Kategori
WordPress

dari WordPress.Com, ke WordPress.Org

WordPress.ORG

WordPress.COM

Sebenarnya, apa bedanya blogging dengan kedua fasilitas diatas? Silakan googling kalau ingin mengetahui definisi kedua istilah tersebut secara lengkap, mungkin Wikipedia akan menjelaskannya dengan rinci, hahaha. Saya sendiri tidak pernah googling tentang perbedaan keduanya. Menurut pengertian saya, ringkasnya :

WordPress.COM –> harus ONLINE. Dapat domain gratis dengan akhiran wordpress.com. Contohnya, www.sapijantan.wordpress.com

WordPress.ORG –> sebuah CMS (seperti Joomla, Drupal, dll) yang anda download, kemudian anda install sendiri. Setelah itu anda harus meng-upload nya pada sebuah hosting. Domain juga anda biasanya harus membelinya.

Kenapa WordPress.Org ?

Dari sapijantan.wordpress.com, anda bisa beralih ke sapijantan.com. Keren, bukan? Dan ingat, tetap menggunakan WordPress. Jadi dapat disimpulkan bahwa WordPress.Org merupakan layanan yang diberikan wordpress untuk menggunakan wordpress namun dengan hosting dan domain kita sendiri, bukan milik WordPress. Apa keuntungannya? Tentu saja dengan menggunakan WordPress.Org website/blog yang anda buat bisa lebih di customizable. Dan masih banyak keuntungan lain. Hohohoh.

Ini adalah kutipan dari WordPress.Org,

WordPress is web software you can use to create a beautiful website or blog. We like to say that WordPress is both free and priceless at the same time.

Okelah, mari kita mulai instal.

Studi Kasus : Menginstall CMS Wordpress di Localhost

Kebutuhan :

  1. Paket Webserver+PHP_Mysql, karena lagi-lagi kita akan mencoba menginstal wordpress di server lokal/ localhost. Bisa anda dapatkan di AppServ atau EasyPHP atau yang lainnya.
  2. CMS WordPress, download di sini.

Praktik 1 : Menyiapkan Database

  1. Buat database bernama wordpress dengan menggunakan phpmyadmin atau mysql command prompt.

    Membuat DB dengan phpmyadmin
    membuat DB dengan phpmyadmin
  2. Biarkan database kosong, anda tidak perlu membuat tabel dan sejenisnya.

Praktik 2 : Instalasi WordPress

  1. Ekstrak file rar hasil download dari WordPress.Org ke dalam document root anda.
  2. Rename folder hasil ekstrak-an dengan nama wordpress (sebenarnya anda bisa menggunakan nama lain, namun untuk kebutuhan praktikum kali ini lebih baik kita gunakan nama yang sama saja, biar lebih gampang. Oke oke )
  3. Buka http://localhost/. Klik pada folder wordpress untuk mulai menjalankan instalasi

    Index Localhost
  • Menginstall WordPress
  • Gambar dibawah menunjukkan cara penginstalan step-by-step nya. Oh oh jangan khawatir, untuk petunjuk instalasi per-step ada dibawah gallery gambar. Ok, selamat mencoba.


    Petunjuk Instalasi WordPress

    1. Klik pada create configuration file untuk membuat file konfigurasi wordpress yang akan kita install.
    2. Akan muncul keterangan yang mengarahkan anda untuk mengisi keterangan mengenai database. Oke, pilih let’s go!
    3. Mengisi setting database kita, isikan seperti pada gambar Step 3 diatas. Kalau sudah, klik submit.Database name : wordpressUsername : sesuaikan dengan setting mysql anda. Biasanya root

      Password : sesuaikan dengan setting mysql anda. Kenapa pada gambar diatas password dikosongi? Karena saya tidak menggunakan password pada mysql saya 🙂

      untuk database host dan table prefix biarkan default

    4. Klik pada Run the install
    5. Mengisi setting website yang akan kita buat dengan wordpress. Anda bisa mengisinya dengan sesuka anda, kalau bingung, anda bisa menggunakan contoh pengaturan saya. Klik install wordpress setelah anda selesai mengisi form. Site title : Wiwik’s Personal PageUsername : adminwiwik

      Password : adminwiw1k (tuliskan dua kali)

      email : wiwik@admin.com

    6. TADAAAAAAA. Sukses !! Anda telah berhasil menginstall wordpress pada localhost. (Yok, makan-makan dulu…). Untuk mulai login, klik login.
    7. Masukkan username dan password (seperti settingan pada Step 5). Klik login.
    8. Anda akan diarahkan ke dashboard wordpress. Sampai disini, anda bisa mulai posting, mengatur tema, dan lain lain seperti kegiatan anda di wordpress.com 🙂
    9. Untuk melihat “hasil”nya, pergi ke http://localhost/wordpress/
    Step 9

    Hohoho. Sekarang anda bisa bermain-main dengan wordpress pada server lokal anda. Jika anda ingin menggunakannya benar-benar, tentu saja anda harus meng-uploadnya di hosting. Hosting biasanya berbayar, namun ada juga yang gratisan. Jika anda ingin mencoba, silakan gunakan yang gratisan terlebih dulu seperti di byethost atau freehostia.

    Oke, happy WordPress-ing! Keep Blogging! 😀

    Kategori
    Wordpress Plugins

    Exclude Plugins: Make Some Plugins Exclusive in WordPress 3.0 Multisite

    Exclude Plugins
    WordPress 3.0 allows us to run multiple blogs within one installation. We could make them shared for public as a blogging service, as we can see in blogdetik.com and, of course, wordpress.com. Unfortunately, in wordpress.com, we’re unable to manage existing plugins. It is entirely in the hands of Super Admin to enable or disable some plugins whether it will be visible for some users and invisible for the rest.

    Unlike wordpress.com, blogdetik.com has a plugin page so we can manage what plugins to be activated though there’s some plugins which are already activated by default — cant be disabled. But still, there’s no excluded plugins so that the Super Admin cannot install some ‘super’ plugins like All In One SEO or Platinum SEO without sharing them with normal users. Whereas, as we all know, these plugins are burden to the server and if installed on the entire blogs could make us suspended by web host due to server resource overusage.

    That’s why I created this plugin. Exclude Plugins will exclude plugins from appearing in plugins menu for normal user in WordPress multisite. This way, some plugins (excluded plugins) will be available only for Super Admins, while other plugins (included plugins) will be available for normal user. So everyone’s happy! 😀

    Download Exclude Plugins.

    Glossary:
    Super Admin: The administrator who has full authority over all the blogs in a WordPress installation Multisite, different from the usual administrator only has authority over his own blog.

    Kategori
    Wordpress Plugins

    Exclude Plugins: Solusi “mengamankan” Plugin pada WordPress 3.0 Multisite

    Opsi Multisite pada WordPress 3.0 memungkinkan kita untuk membuat banyak blog dalam satu instalasi. Blog ini dapat kita pakai sendiri ataupun dibagi untuk umum sebagai suatu layanan blog gratis ataupun berbayar. Layanan blog gratis ini contohnya dapat kita lihat pada instalasi blogdetik.com dan yang paling populer tentu saja wordpress.com.

    Kelemahan dari wordpress.com adalah kita tidak diberi hak untuk memanage plugin. Sebenarnya banyak plugin yang ditanam di wordpress.com tapi masalah mengaktifkan atau menonaktifkan plugin sepenuhnya ada di tangan Super Admin.

    Lain halnya dengan blogdetik.com, mereka meyediakan halaman plugin agar kita bisa memilih plugin mana yang akan diaktifkan, meskipun ada plugin default yang sudah diaktifkan oleh Super Admin dan “harus” aktif di semua blog. Kelemahannya adalah tidak ada plugin yang tersembunyi atau hanya boleh dipakai sendiri oleh Super Admin alias si empunya instalasi. Sehingga si empunya tersebut tak bisa memakai plugin hebat semisal All In One SEO Pack atau Platinum SEO tanpa membuatnya tersembunyi dari pengguna biasa. Padahal plugin tersebut cukup memberatkan bagi server, yang bila diinstal di semua blog tentunya dapat membuat kita disuspend oleh yang punya hosting gara-gara terlalu banyak memakan resources.

    Dari kedua skenario di atas nampak bahwa di wordpress.com para pengguna kurang bergairah gara-gara tak bisa mengaktifkan atau menonaktifkan plugin, sedangkan di blogdetik.com si empunya yang kurang bergairah buat blog di blognya sendiri gara-gara tak bisa memakai plugin secara eksklusif.

    Untuk itulah saya membuat plugin ini. Exclude Plugins. Plugin ini bekerja dengan cara membolehkan sebagian plugin untuk pengguna biasa (included plugins) sementara menyembunyikan plugin-plugin hebat (excluded plugins) hanya untuk si empunya blog.  Jadilah semua senang 🙂

    Download Exclude Plugins.

    Glossary:
    Super Admin: Administrator yang mempunyai kuasa penuh atas semua blog pada suatu instalasi WordPress multisite, berbeda dengan administrator biasa yang hanya memiliki kuasa atas blognya sendiri.