Kategori
WordPress

Mengapa harus merelease theme WordPress Gratis?

Karena semua orang suka yang gratis. Begitulah, gratis itu disukai oleh semua orang.

Hebatnya, jika kita memberi sebenarnya kita menerima. Cobalah tengok grafik di Site Statsnya itx.web.id:

Nampak Terjadi lonjakan trafik yang sangat signifikan saat aku merelease theme Calotropis pada tanggal 29 Mei. Dari yang biasanya 10-an kunjungan menjadi 100-an kunjungan per hari. Note: nampak ada lonjakan di tangal 21 Mei karena saat itu Smart sedang error dan banyak orang ingin tahu kenapa.

Ditambah lagi dengan trafik yang masuk ke calotropis.itx.web.id :

Trafik ke situ sempat melonjak dari nol sampai menjadi 400 kunjungan dalam sehari.

Banyak trafik so what?

Semua orang suka menjadi terkenal bukan?!  (lol)  Dan ada banyak hal yg bisa dilakukan saat trafiknya banyak : -D … you name it!

Tidak cuma itu trafik yang melonjak, backlink ke sini pelan-pelan tapi pasti terus bertambah banyak. Seperti diketahui, makin banyak backlink, makin tinggi pula PageRank.

Trus ngapain kalo PageRank tambah?

Ada deeeeh (evilsmirk) .

Mengapa musti GPL?

ya biar bisa masuk WordPress Themes Directory. Di situ adalah tempat terbaik mempromosikan theme gratisan. Cobalah tengok themes2 direktori lain atau website temen-temen yang menaruh themes-nya hanya di website miliknya saja. Themes mereka didownload paling-paling cuma 300 per bulan. Bandingkan dengan Statistik Calotropis yang angka segitu bisa dicapai dalam sehari saja. Dan saat tulisan ini dibuat (hampir seminggu sejak di-release), sudah didownload hampir 2000 kali.

Tapi kalo diupload ke situ bukannya kodenya tidak boleh disembunyikan dengan base64_decode()?

Benar sekali, tapi resiko link ke sini dihilangkan oleh orang-orang nakal itu sangat lebih kecil efeknya dibanding dengan trafik ataupun efek positif lain yang didapat. Dari pada menyelamatkan uang seribu rupiah dari uang sepuluh ribu rupiah yang didapat (sehingga dapatnya 10rb), lebih baik kehilangan seribu rupiah itu untuk mendapatkan uang seratus ribu rupiah (dapatnya 99rb)…. bener khan?!

Khan tidak boleh ada sponsornya juga?

Ah, peduli amat, masih ada banyak cara lain selain menjual theme kita ke sponsor…. kapan-kapan aku jelasin deh. :p

Koq nggak dijual saja? jadi theme premum gituh!

Aku khan belum terkenal… (blush) . Siapa yang mau beli kalo belum terbukti sebagai pembuat theme yang baik. Yang penting terkenal dulu deh, cari duitnya bisa pake cara lain koq.

Jadi, kapan mau merelease theme lagi?

Semoga sebulan sekali bisa release. Soalnya agak susah je, lha nggak make software-software pembuat theme ataupun theme framework apapun.

So? Mau jadi pembuat theme wordpress gratis?

Kategori
WordPress

Mendesain Theme WordPress untuk direlease publik

Mendesain Theme WordPress itu mudah bagi yang bisa desain web. Asal edit sana – edit sini, taruh tag di sana – taruh tag di sini, jadi. Tapi ada hal tertentu yang harus diperhatikan jika ingin mereleasenya secara publik. Kalo mau dipake sendiri sih asal-asalan juga bisa.

Sebenarnya bisa saja sih, theme asal jadi itu direlease publik, tapi belum tentu bisa masuk ke Themes directory wordpress. Di situ aturannya cukup ketat. Makanya banyak orang yang mendesain wordpress tapi tidak dimasukkan di situ. Padahal di situlah tempat yang paling baik agar Theme kita diketahui dan didownload banyak orang. Karena yang pasti tempat itu “resmi” dan bisa diakses dari wordpress admin yang memungkinkan pengunduhan langsung ke server hostingan kita tanpa harus repot mendownload ke komputer kita lalu menguploadnya lagi ke hostingan.

Beberapa yang harus diperhatikan agar theme kita diterima di direktori theme resmi adalah:

1. Hindari Short Open Tag

Short Open Tag merupakan kependekan open tag. Berupa lambang <? untuk memendekkan <?php dan berupa <?= untuk memendekkan <?php echo. Hal ini harus dihindari karena tidak semua server mengaktifkan fitur ini, sehingga theme buatan kita tidak akan bisa jalan di server tersebut.

2. Jangan gunakan fungsi base64_decode()

Biasanya fungsi ini digunakan untuk mengaburkan suatu kode tertentu di dalam theme.  Biasanya berisi kode link ke website si pembuat theme atau bisa juga link sponsor. Si pembuat theme melakukan pengkaburan itu biasanya karena tidak ingin kode (link) itu dihapus oleh si pemakai. Walaupun sebenarnya bagi yang paham PHP, tidak susah untuk menghapus link tersebut.

Karena adanya kemungkinan “malware” dalam kode yang terkaburkan itu, maka fungi itu terlarang.

3. Jangan ada variabel $_GET[''], $_POST[''], $_REQUEST['']

Kode-kode ini rentan disalahgunakan.  Untuk diketahui, wordpress sudah menyediakan banyak fungsi2 untuk kita gunakan. Coba aja cek Function_Reference dan Template_Tags siapa tahu kta tak butuh query var. Namun jika kita memang ingin memanfaatkan/mengambil suatu query tertentu buatan kita, maka wordpress membolehkan kita menambahkan suatu query var sehingga bisa dimanfaatkan oleh wordpress secara aman.

Di dalam theme buatan itx misalnya, terdapat fungsi:

add_filter('query_vars', 'itx_add_new_var');
function itx_add_new_var($vars) {
    $vars[] = 'itx_css';
    return $vars;
}

Kode tersebut menambahkan query var baru ke wordpress dengan nama itx_css. Query var tersebut lalu bisa dipanggil menggunakan get_query_var('itx_css') yang secara efektif menggantikan variabel $_GET['itx_css'].

4. Hapus semua file thumbs.db

Thumbs.db merupakan file cache gambar yang diperuntukkan untuk mempercepat tampilan thumbail pada windows explorer. File ini samasekali tidak berguna di internet,  dan seringkali ukurannya besar yang bisa memperbesar ukuran download pula.

5. Sertakan gambar screenshot.

Gambar screenshot itu bernama screenshot.png, dan harus benar-benar screenshot dari theme ybs. Pastikan logo atau warna header merupakan tampilan default, bukan logo yang harus diupload yang tak nampak secara default.

6. Sertakan style.css yang berisii

  • Nama (harus unik di diretori tersebut)
  • Tags
  • Versi (dalam format x.x atau x.x.x dan harus unik di theme ybs.)
  • Class untuk align yaitu .alignright, .alignleft, .aligncenter (lihat http://codex.wordpress.org/CSS untuk selengkapnya)

7. Jangan lupa memanggil wp_head() di bagian header dan meanggil wp_footer() di bagian footer.

8. Buang link yang bisa tertampil di theme.

Biasanya link ada pada footer. WordPress melarang theme berisi link sponsor. Link yang tertampil hanya boleh link ke wordpress dan link ke website si pembuat theme.

9. Sertakan lisensi.

Lisensi herus kompatibel dengan GPL version 2 . Tinggal masukkan saja GPL.txt ke folder theme-mu, dan tambahkan deklarasi lisensinya. Bisa di buat suatu file misalnya license.txt atau readme.txt untuk mendeklarasikan, atau bisa diletakkan di style.css. Contohnya seperti yang terdapat di theme Calotropis bagian atas style.css:
Both the design and code are released under GNU GPL v3; in addition, links in the footer must remain intact as is. http://www.gnu.org/licenses/
Kita bisa menambahkan syarat lisensi tu, dalam hal ini misalnya link tidak boleh dihapus.

10. Jangan lupa memanggil comment-reply.js

File javascript ini berfungsi meletakkan kolom submit comment di bawah komen ybs ketika kita mengklik reply. Sejak wordpress versi 2.7 yang mendukung threaded comments, maka file ini wajib dipanggil untuk memudahkan reply ke suatu komentar. Jadi tak perlu melakukan scroll ke atas – ke bawah jka ingin mereply suatu komentar.

Untuk memanggilnya, masukkan kode ini di bagian header:

<?php if (is_singular()) wp_enqueue_script( 'comment-reply' );?>

Theme buatanku tertampil di Newest Themes

Setelah semuanya selesai, tinggal dikompress jadi .zip lalu diupload ke Themes directory.

Kata mereka, sebaiknya menggunakan browser Opera untuk mengupload, karena browser lain mungkin akan salah mengirimkan header. Tapi santai saja, gunakan browser biasa juga gpp, sistem meraka akan memberitahu jika ada kesalahan dan diharuskan memakai browser Opera 😀 .

Ketika kita selesai mengupload, sistem akan melakukan pengecekan standar tentang kode-kode di dalam file upload-an kita itu. Pengecekan otomatis ini meliputi poin 1-5 dari yang telah saya utarakan di sini. Jika masih ada kesalahan perbaikilah, lalu mengupload lagi. Setelah pengecekan otomatis lolos, maka ada pengecekan manual yang dilakukan oleh mereka. Kita harus menuggu di-review yang waktunya menurut pengalaman saya berkisar antara 3  sampai 10 hari.

WordPress akan memberikan balasan jika memang theme buatan kita ditolak. Mereka akan menyebutkan secara spesifik apa yang “kurang” dari theme kita. Setelah itu kita bisa memperbaki kekurangan itu dan mengupload versi baru-nya ke situ. Dan berharap bisa diterima.

Jika theme buatan kita tidak diterima direktori theme resmi, dan kita memutuskan untuk tidak memperbaiki, jangan khawatir. Ada banyak direktori theme lain yang tidak seketat direktori resmi. Saya tidak daat menyebutnya satu-satu karena jumlahnya cukup banyak. Atau, tampilkan saja di website kita, tak perlu dimasukkan ke direktori theme… Mudah khan?!