Kategori
WordPress

Calotropis diterima di Themes Directory-nya WordPress

Akhirnya Calotropis diterima juga. ¬†Pertama kali submit ke themes directory ditolak ūüôĀ , tapi akhirnya setelah diperbaiki sesuai panduan mereka sehingga diterima juga deh :-). Versi 1.0 kuupload tanggal 11 Mei dan mereka memberi balasan tanggal 20 Mei, agak lama juga. Sempet kuatir gak ke-review.

Setelah email penolakan itu kuterima, kubaca dengan perasaan berkecamuk dan ¬†kucermati alasan penolakannya maka saya bisa berintrospeksi, merenungi apa saja yang kekuranganku (–lhoh koq malah kaya’ ditolak apa nih?!). Segera setelah itu Calotropis direvisi dan jadilah vers 1.1 diupload tanggal 25 Mei, dan ternyata hari ini sudah diterima … senangnya.

Theme ini mbuatnya agak lama, soalnya ada theme-optionsnya. Berarti gak cuma bikin desain, tapi juga programming agar bisa ngatur-ngatur tampilan. Setelah itu selesai-pun musti ngecek pake semua browser, ya gak semua sih sebenarnya.. hehe… yang jelas musti terlihat benar di 4 besar browser yatu Firefox, Internet Explorer, Chrome, dan Opera.

Yang paling susah, ya tau sendiri lah namanya IE 6, lalu IE 7… browser itu buggy banget… Mungkin ada yang bertanya-tanya bagaimana aku bisa ngetes beberapa versi IE 6 dengan mudah? Bukan dengan beberapa komputer yang diinstal IE dengan versi berbeda-beda, tapi cukup menggunakan iecollection yang bisa nginstall IE (hampir) semua versi untuk bisa digunakan semuanya dalam satu komputer… Enak khan?! gak perlu ngetes di banyak komputer.

Calotropis fiturnya banyak lhooooo. Ada beberapa kombinasi sidebar, bisa kanan, bisa kiri, bisa kanan-kiri. Bisa ngupload header buatan sendiri, bisa pake background sendiri. Bisa milih dari beberapa warna yang disediakan. Pokoke macem-macem lah.. coba aja sendiri.

Calotopis bisa didownload di sini. Enjoy!

Kategori
Selingan

SMART menggila… tak bisa login cPanel

Sejak kemaren aku agak stress gara-gara tak bisa login ke cPanel dan WHM. Masukin username dan password tapi gagal terus… (panic) . ¬†Saat itu juga kuberpikir bahwa cPanelku kena hack.

Kemudian aku mencoba login ke beberapa websiteku, kebetulan aku pake dua hostingan yang berbeda… dan semuanya gagal login (panic) …. Setelah itu kucoba-coba login email pake Mozilla Thunderbird ternyata bisa… loh kok aneh…. trus nyoba ¬†FTP pake FileZilla dan bisaaaaa… loh koq tambah aneh. Brarti ini bukan karena kena hack.

Trus aku berpikir kemungkinan ada di browser… coba deh pake banyak browser mulai dari Chrome, FF, IE, Opera ¬†gagal semua. Lhoh.. jadi apa donk? gak mungkin kalo di sisi hostingan, soalnya aku pake dua hostingan yang berbeda semuanya tak bisa masuk cPanel.

Kucoba langsung pake 2082 ( http://itx.web.id:2082/) gagal, pake yang https (https://itx.web.id:2083/) gagal juga, ¬†kucoba di port 2086 juga gagal….¬†Semuanya merujuk pada satu kemungkinan yatu provider internetku… kebetulan aku pake SMART. ¬†Apa si SMART ni memblokir port2 itu????

Ternyata setelah dicek lagi.. si SMART ini mengubah IP secara dinamik. jadi setiap kita mengakses suatu website IP-nya berubah2… menggila ini…. biasanya kan IP berubah hanya saat kita men-dial lagi. Ini tidak begitu. IP-nya berubah terus saat kita mengakses suatu website. Aku coba ngecek IP yang terbaca oleh server pake ini: ¬†http://itx.web.id/ip.php . Saat direfresh, IP kita berubah terus … 202.70.59.119 trus 202.70.59.175 trus 202.70.59.226 dst… pokoknya berubah terus saat di-refresh. Setiap detik berubah!! Padahal cPanel kan mencatat login kita melalui IP, kalo IP berubah dianggap sudah beda orang…


Bener-bener gak bener ini… ¬†(annoyed) ¬†bisa-bisa gak bisa login ke cPanel dan WHM selamanya ini ……….. ¬†(eyeroll) ¬†.

NB: tapi ada enaknya, kalo kita donlot dari rapid atau 4shared atau web-web file sharing semacam itu, jadinya lancar jaya, gak perlu ada nunggu beberapa detik. Tinggal ngeklik-ngeklik langsung bisa donlot ¬†ūüėÄ ¬†.

Kategori
jQuery

Efek warna memudar pada link dengan jQuery

jquery effectSudah jamak dipakai efek hover saat mouse diletakkan di atas sebuah link. Cara paling sederhana adalah menggunakan CSS yaitu dengan menggunakan deklarasi :hover. Sekarang kita akan membuat efek hover ini lebih manis, yaitu dengan menggunakan jQuery. Saat mouse diletakkan di atas link, warnanya akan berubah, kemudian saat mouse dikeluarkan dari atas link tersebut warnanya akan memudar perlahan menuju ke warna asal.

Demo:

Link 1

Link 2

Link 3

%CODE1%

The Oldschool

Efek hover menggunakan CSS. Efek sederhana ini yang paling sering digunakan. Ketika mouse masuk dan mouse keluar dari link, warna akan berubah.

[sourcecode language=”css”]<style type="text/css">
#oldschool a{color:#999}
#oldschool a:hover{color:red}
</style>[/sourcecode]

Padanannya dengan jQuery:

Tanpa CSS, warna-warna tersebut langsung dimasukkan dalam script menggunakan method .css()

[sourcecode language=”javascript”]<script type="text/javascript">
$(function(){
$(‘#oldschool a’).hover(
function(){$(this).css(‘color’,’red’)},
function(){$(this).css(‘color’,’#999′)});
};
</script>[/sourcecode]

Dengan menggunakan CSS, warna-warna didefinisikan dalam CSS, lalu manipulasinya menggunakan method .addClass() dan .removeClass().

[sourcecode language=”javascript”]<style type="text/css">
#oldschool a, .moout {color:#999}
.moin {color:red}
</style>
<script type="text/javascript">
$(function(){
$(‘#oldschool a’).hover(
function(){$(this).addClass(‘moin’).removeClass(‘moout’)},
function(){$(this).addClass(‘moout’).removeClass(‘moin’)})
};
</script>[/sourcecode]

Demo:

Link 1

Link 2

Link 3

%CODE2%

The Effect

Efek ini menggunakan plugin jQuery Color jadi pastikan plugin itu juga dimuat di halaman ybs. Jika menggunakan wordpress, cukup menambahkan baris <?php wp_enqueue_script('jquery-color');?> pada file template kita.

Tanpa CSS, yaitu dengan memasukkan warnanya langsung ke dalam script.

[sourcecode language=”javascript”]<script type="text/javascript">
$(function(){
$(‘#contoh a’).hover(
function(){$(this).stop().css({‘color’:’red’})},
function(){$(this).stop().animate({‘color’:’#999′},500)}) });
</script>[/sourcecode]

Menggunakan CSS, scriptnya akan mengambil warna dari CSS yang didefinisikan di luar script itu sendiri. Cara ini akan memudahkan merubah-rubah warna hanya dengan mengubah CSSnya, tidak perlu melihat ke script ini.

Karena efek .animate() pada jquery tak dapat mengambil nilai dari CSS secara langsung, maka kita buat dummy tag untuk mengambil warna dari CSS.

[sourcecode language=”javascript”]<style type="text/css">
#dummyin, .moin {color:red}
#dummyout, .moout, #contoh a {color:#999}
</style>
<script  type="text/javascript">
$(function(){
var moin=$(‘#dummyin’).css(‘color’);
var moout=$(‘#dummyout’).css(‘color’);
$(‘#contoh a’).hover(
function(){$(this).stop().css({‘color’:moin})},
function(){$(this).stop().animate({‘color’:moout},500)});
});
</script>
<div id="dummyin" class="in"></div>
<div id="dummyout" class="out"></div>
[/sourcecode]

Saksikan efek ini pada link di website ini dan semua blog yang memakai theme-theme buatan itx.

Jadi lebih cantik bukan?!

Kategori
WordPress

Menggunakan alamat website sebagai OpenID kita:

openid logoTak ingat password? Capek mengisi form registrasi? OpenID adalah cara aman, lebih cepat dan lebih mudah untuk login ke berbagai website.

Itulah tagline yang terbaca dari homepagenya OpenID. OpenID adalah nama login universal untuk mengautentikasikan kita ke blog atau website yang mendukung OpenID, tanpa perlu mengisi form registrasi lagi dan lagi. Biasanya berbentuk sebuah URL, seperti halnya itx menggunakan itx.web.id sebagai OpenID, yang berarti itx bisa login di website yang mendukung OpenID cukup dengan menggunakan URL itu.

Hebatnya, jika kita sudah memiliki salah satu fasilitas berikut, maka kita sudah mempunyai OpenID.

google logomasukkan
Google Profile URL berupa http://google.com/profiles/me
yahoo logo
cari tombol “sign in with yahoo” atau masukkan OpenID Yahoo berupa https://me.yahoo.com/username
myspacemasukkan: www.myspace.com/username
bloggermasukkan: namablogmu.blogger.com
flickrcari tombol “sign in with yahoo” atau¬†masukkan: www.flickr.com/username
wordpressmasukkan: username.wordpress.com

Cara Login dengan OpenID.

(cara ini terdapat pada website OpenID)

1. Katakanlah kita mengunjungi suatu website yang mendukung OpenID.

Ketika akan masuk kita akan dihadapkan pada form login kurang lebih seperti berikut: Login OpenID

Perhatikan bahwa dengan sistem OpenID kita hanya butuh menulis satu hal: OpenID-kita. Contoh ini menununjukkan itx yang punya OpenID itx.web.id.

2. Setelah form login itu disubmit, maka browser akan membawamu dari website yang kita kunjungi ke website penyedia OpenID milik kita.

pindah halaman

Dalam Contoh ini, penyedianya adalah itx.web.id

Si penyedia -itx.web.id dalam contoh ini- menemira pesan, pesan ini menanyakan pada penyedia:

“Seseorang mengklaim sebagai itx.web.id. Apakah dia benar adalah itx? Bisakah dia login ke website kami?”

3. Penyedia kemudian mengecek apakah kita benar-benar adalah yang kita bilang.

Jika kita telah login pada penyedia OpenID, maka kita langsung lanjut ke tahap 4.

Jika tidak, kita harus memasukkan username dan password untuk si penyedia OpenID tersebut. Dengan cara inilah penyedia OpenID yakin bahwa kita adalah benar-benar kita.

4. Sekarang kita telah terbukti sebagai pemilik OpenID tersebut.

Selanjutnya penyedia ingin meyakinkan apakah kita benar-benar ingin masuk ke website yang meminta login dan apakah kita bersedia membagi informasi dengannya.

Sekarang ini, website biasanya hanya butuh penyedia mengecek apakah kita sebagai pemilik OpenID itu, tapi ada beberapa website yang ingin tahu lebih banyak, seperti alamat email kita yang digunakan untuk maksud “tertentu”.

Penyedia menanyakan informasi mana yang ingin dibagi, dan mana yang tidak. Biasanya kita juga diberi opsi untuk memberikannya sekali atau otomatis ketika website tersebut memintanya.

Yang harus dilakukan adalah memilih seberapa banyak informasi untuk diberi dan apakah memberikannya sekali saja atau otomatis saat website teersebut memintanya.

Sekarang, si penyedia mengirim kita kembali ke website yang kita kunjungi tersebut dan memberikan informasi yang telah kita perbolehkan untuk dibagi. Kita sekarang telah login!

Membuat nama website kita menjadi OpenID kita

Meskipun itx telah punya OpenID dari berbagai penyedia yang telah disebutkan di atas, tapi lebih enak jika punya id yang benar2 unik, yaitu website itx.web.id. Betul?!

OpenID mempunyai sifat desentralisasi, yang artinya semua orang boleh menjadi penyedia OpenID. Kita bisa menjalankan server OpenID sendiri tentunya (misalnya menggunakan phpMyID), tapi ada banyak penyedia yang menghostkan ID untuk kita. Misalnya livejournal dan myopenid.

Kita cukup menambahkan baris berikut pada bagian HEAD homepage website kita, agar bisa jadi OpenID kita.

Menggunakan LiveJournal :

<link rel=‚ÄĚopenid.server‚ÄĚ
href=‚ÄĚhttp://www.livejournal.com/openid/server.bml‚ÄĚ />
<link rel=‚ÄĚopenid.delegate‚ÄĚ
href=‚ÄĚhttp://username-lj-milikmu.livejournal.com‚ÄĚ />

atau menggunakan myOpenID:

<link rel=‚ÄĚopenid.server‚ÄĚ
href=‚ÄĚhttp://www.myopenid.com/server"/>
<link rel=‚ÄĚopenid.delegate‚ÄĚ
href=‚ÄĚhttp://username-myopenid-milikmu.myopenid.com‚ÄĚ />

Kode di atas yang berada di bagian HEAD akan memberitahu pada pengguna bahwa website kita ¬†mendelegasikan validasi pengguna ke http://username-myopenid-milikmu.myopenid.com dengan server http://www.myopenid.com/server. Dan jadilah website kita menjadi OpenID kita ūüėÄ

Membuat nama website berbasis wordpress kita menjadi OpenID kita

itx bukan ingin bicara tentang wordpress.com, -ya- itu merupakan salah satu penyedia OpenID, tapi itx bicara tentang blog berbasis wordpress seperti itx.web.id ini.

Caranya sangat-sangat mudah. cukup pasangi plugin OpenID. that’s it. Mudah bukan?!

Setelah dipasangi plugin itu, itx dapat login di mana-mana menggunakan itx.web.id :D. Para pengunjung itx.web.id-pun dapat komen di sini setelah login dengan OpenID mereka masing-masing. Enak bukan?!

Biar tampilan komen lebih oke:

Pasangi saja plugin RPX, dengan begitu para pengunjung bisa komen dan login dengan lebih mudah, lebih intuitif dibanding plugin OpenID. Selain itu mendukung login menggunakan facebook connect, twitter, blogger, yahoo, google, wordpress.com, dan lain-lain pula.

Sayangnya dia tidak dibekali dengan kemampuan server seperti halnya plugin OpenID. Jadi, dipasangi keduanya saja. Mudah bukan?!

atau jika tak ingin memasang plugin OpenID, cukup masukkan kode berikut di halaman header.php ada template wordpress kita:

<?php if ( is_home() && $paged < 2 ) { ?>
<link rel=‚ÄĚopenid.server‚ÄĚ
href=‚ÄĚhttp://www.myopenid.com/server"/>
<link rel=‚ÄĚopenid.delegate‚ÄĚ
href=‚ÄĚhttp://username-myopenid-milikmu.myopenid.com‚ÄĚ />
<?php } ?>

Jadi, tunggu apa lagi?! Gunakan nama website kita menjadi OpenID….

Kategori
WordPress

Menggabungkan jQuery dan blog WordPress kita:

Tentunya kita sudah mengenal jQuery sebagai salah satu tool (biasa disebut JavaScript Library) untuk membuat interaksi website kita lebih oke dengan programming yang lebih simple dibanding javascript biasa. Sangat sesuai dengan slogannya yaitu write less do more. Untuk menambahkan fungsi jquery ke dalam halaman web kita, cara yang biasa dilakukan adalah menambahkan baris sbb:

<script type="text/javascript" src="/path/ke/file/jquery.js"></script>

Hal ini hanya jika file jquery.js kita taruh di hosting kita bersama-sama dengan file-file yang lain. Dalam contoh di atas terdapat pada folder /path/ke/file/ . File jquery.js ini dapat pula kita dapatkan tanpa perlu menaruhnya di hosting kita. Caranya adalah dengan menggunakan file yang dihost di g00gle misalnya:

<script type="text/javascript"
src="http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.4.2/jquery.js"></script>

atau bisa juga:

<script type="text/javascript" src="http://www.google.com/jsapi"></script>
<script>
google.load("jquery", "1.4.2");
</script>

atau yang dihost di Micr0s0ft:

<script type="text/javascript"
src="http://ajax.microsoft.com/ajax/jquery/jquery-1.4.2.min.js"></script>

Dengan ini kita tak perlu mendownload lalu menguploadnya ke hostingan kita. Mudah bukan?!

jQuery di WordPress

jQuery sudah dimasukkan dalam script standar WordPress tapi tidak dimuat secara default. Dengan kata lain library ini sudah termasuk dalam file instalasi WordPress. Untuk memuatnya kita perlu mengedit template WordPress kita sehingga memanggil fungsi wp_enqueue_script(), contohnya sbb:

<?php wp_enqueue_script('jquery') ?>

Fungsi itu bisa dipanggil berapa kalipun di halaman template manapun dan tak perlu takut akan dobel-dobel, karena WordPress cuma akan memuatnya satu kali saja. Jika kita tengok source hasil keluarannya akan nampak kurang lebih sbb:

<script type='text/javascript'
src='http://itx.web.id/wp-includes/js/jquery/jquery.js?ver=1.3.2'></script>

Baris itu akan otomatis tertampil di dalam tag <head> sesuai dengan halaman di mana script itu dipanggil dengan fungsi wp_enqueue_script() . Jika ingin tampil di semua halaman, panggil saja di halaman template header.php atau footer.php. Mudah bukan?! Selain jQuery core, WordPress (pada versi 2.9.2) juga menyertakan script lain yang dapat dipanggil dengan wp_enqueue_sript() yaitu:

Nama Script dipanggil dengan:
Scriptaculous Root scriptaculous-root
Scriptaculous Builder scriptaculous-builder
Scriptaculous Drag & Drop scriptaculous-dragdrop
Scriptaculous Effects scriptaculous-effects
Scriptaculous Slider scriptaculous-slider
Scriptaculous Sound scriptaculous-sound
Scriptaculous Controls scriptaculous-controls
Scriptaculous scriptaculous
Image Cropper cropper
SWFUpload swfupload
SWFUpload Degarade swfupload-degrade
SWFUpload Queue swfupload-queue
SWFUpload Handlers swfupload-handlers
jQuery jquery
jQuery Form jquery-form
jQuery Color jquery-color
jQuery UI Core jquery-ui-core
jQuery UI Tabs jquery-ui-tabs
jQuery UI Sortable jquery-ui-sortable
jQuery UI Draggable jquery-ui-draggable
jQuery UI Droppable jquery-ui-droppable
jQuery UI Selectable jquery-ui-selectable
jQuery UI Resizable jquery-ui-resizable
jQuery UI Dialog jquery-ui-dialog
jQuery Interface interface
jQuery Schedule schedule
jQuery Suggest suggest
ThickBox thickbox
jQuery Hotkeys jquery-hotkeys
Simple AJAX Code-Kit sack
QuickTags quicktags
ColorPicker colorpicker
Tiny MCE tiny_mce
Prototype Framework prototype
Autosave autosave
WordPress AJAX Response wp-ajax-response
List Manipulation wp-lists
WP Common common
WP Editor editor
WP Editor Functions editor-functions
AJAX Cat ajaxcat
Admin Categories admin-categories
Admin Tags admin-tags
Admin custom fields admin-custom-fields
Password Strength Meter password-strength-meter
Admin Comments admin-comments
Admin Users admin-users
Admin Forms admin-forms
XFN xfn
Upload upload
PostBox postbox
Slug slug
Post post
Page page
Link link
Comment comment
Admin Gallery admin-gallery
Media Upload media-upload
Admin widgets admin-widgets
Word Count word-count
WP Gears wp-gears
Theme Preview theme-preview

Enaknya lagi,  jika kita memanggil suatu script yang tergantung pada script lain, maka otomatis semua dependencies akan dipanggil. Misalnya kita memanggil jQuery UI Dialog yang hanya bisa berjalan dengan adanya script jQuery dan jQuery UI Core  dengan menggunakan fungsi sbb:

<?php wp_enqueue_script('jquery-ui-dialog') ?>

Maka kita tak perlu lagi memanggil script jQuery ataupun jQuery UI Core karena keduanya otomatis terpanggil. Mudah bukan?!

Menggunakan jQuery di WordPress

Misalnya kita akan membuat suatu link berubah warna jika mouse dihover di atasnya, lalu warnanya memudar secara perlahan jika mouse ditarik keluar. Hasilnya dapat dilihat di theme Albizia pada link di bagian navigasi, sidebar, dan footer. Scriptnya sbb:

$(function(){
  $('#sidebars a,#footbar a,#menu a').hover(
     function(){$(this).stop().animate({'color':'red'},20)},
     function(){$(this).stop().animate({'color':'white'},500)})
});

Script tersebut, jika dijalankan ¬†pada halaman web pada umumnya, maka akan jalan, tapi tidak di WordPress. Karena library jQuery yang dipanggil oleh WordPress menggunakan¬†mode “no conflict”. Hal ini diperlukan oleh WordPress untuk menghindari konflik dengan library-library lain yang mungkin juga menggunakan shortcut tanda ‘$’. Agar kita bisa menggunakan shortcut ‘$’ untuk jQuery, kita bisa menggunakan wrapper sbb:

jQuery(document).ready(function($) {
    // $() bisa digunakan sebagai alias dari jQuery() di dalam fungsi ini
});

Wrapper tersebut akan membuat script dalam fungsi tersebut dieksekusi setelah halaman selesai dimuat. Jika oleh karena satu dan lain hal kita ingin script dieksekusi segera (tanpa menunggu DOM ready), maka kita dapat memakai wrapper sbb:

(function($) {
    // $() bisa digunakan sebagai alias dari jQuery() di dalam fungsi ini
})(jQuery);

Jadi kita akan melihat script berikut dapat dijalankan di WordPress dengan benar:

(function($) {
  $(function(){
    $('#sidebars a,#footbar a,#menu a').hover(
       function(){$(this).stop().animate({'color':'red'},20)},
       function(){$(this).stop().animate({'color':'white'},500)})
  });
})(jQuery);

Mudah bukan?!

Kategori
PHP

Editor PHP gratisan untuk kita:

Benda inilah yang jadi tumpuan kita dalam melakukan coding. Tentunya sebuah editor yang baik akan memudahkan pekerjaan kita. Meskipun bisa saja melakukan coding pake notepad, tapi khan ribet banget tuh.

Kali ini itx akan membahas secara singkat 5 Editor PHP gratisan yang bisa digunakan di w1nd0ws.  Yang pasti semuanya memiliki fitur Syntax highlighting.

Notepad++

Yang ini sepertinya yang paling populer di kalangan coder. Proyek yang ditaruh di sourceforge.net itu telah didownload lebih dari 21 juta kali dan dua kali memenangkan Community Choice Award untuk Best Developer Tool.

Fiturnya banyak sekali dan pastinya sudah cukup untuk sebuah editor yang hebat. Sangat ringan untuk digunakan dan biasa digunakan untuk menggantikan notepad standar. Bisa ditambah fiturnya menggunakan plugin.

Bahasa yang didukung:

C C++ Java C# XML HTML
PHP CSS makefile ASCII art (.nfo) doxygen ini file
batch file Javascript ASP VB/VBS SQL Objective-C
RC resource file Pascal Perl Python Lua TeX
TCL Assembler Ruby Lisp Scheme Properties
Diff Smalltalk Postscript VHDL Ada Caml
AutoIt KiXtart Matlab Verilog Haskell InnoSetup
CMake YAML COBOL D R PowerShell
Gui4Cli

Ukuran download (v5.6.8): 3,3 MB

Komodo Edit

Meskipun namanya Komodo, namun program ini tidak dibuat oleh orang Indonesia, melainkan oleh ActiveState Рsebuah perusahaan perangkat lunak berpangkalan di Vancouver, Canada. Merupakan versi gratisan dari Komodo IDE. Diperuntukkan bagi programer yang butuh editor multi bahasa dengan fungsi yang banyak tapi tidak termasuk fitur-fitur dalam IDE (Integrated Development Environment) seperti: debugging, DOM viewer,  interactive shell, dan source code control yang terintegrasi.

Yang sangat spesial dari program ini adalah fitur autocomplete dan calltips yang sangat memudahkan kita yang mungkin tidak ingat tentang variabel apa yang harus dimasukkan dalam fungsi tertentu.

Bahasa yg didukung: PHP, Python, Ruby, Perl and Tcl, JavaScript, CSS, HTML dan bahasa template seperti RHTML, Template-Toolkit, HTML-Smarty and Django.

Ukuran download (v5.2.4): 33,8 MB

ConTEXT Editor

Sangat ringan digunakan. Saat diinstal ada opsi untuk menggantikan notepad, jadi tak perlu repot ngaduk-aduk registry.  Memiliki compiler output parser yang akan menunjukkan posisi mana jika ada  sintaks yang salah. Juga memiliki command line handler yang jarang dimiliki program sejenis.

Bahasa yang didukung:

C#,¬†C/C++,¬†Delphi/Pascal,¬†Java,¬†Java Script,¬†Visual Basic,¬†Perl/CGI,¬†HTML,¬†CSS,¬†SQL,¬†FoxPro,¬†80×86 assembler,¬†Python,¬†PHP,¬†Tcl/Tk,¬†XML,¬†Fortran,¬†Foxpro,¬†dan InnoSetup

Ukuran download (v0.98.6) : 1,6MB . versi portabel: 2,1MB

Eclipse PDT

Merupakan IDE (Integrated Development Environment) yang gratis.  Salah satu versi Eclipse untuk mendukung bahasa PHP. IDE ini tentunya lebih memudahkan kita daripada editor teks biasa karena bisa sekalian melakukan debugging dan lain-lain yang tidak bisa dilakukan teks editor biasa.

Proyek Eclipse diciptakan oleh IBM pada tahun 2001 dan didukung oleh sebuah konsorsium dari vendor-vendor perangkat lunak. Kemudian dibuatlah Eclipse Foundation pada tahun 2004 sebagai lembaga yang independen. Lembaga non profit itu dibuat untuk menjamin vendor yang terlibat tetap netral dan open.

Ukuran download (v2.1-SR1) dengan semua dependency: 141M

PSPad

Editor ini dibuat oleh seorang Ceko pada tahun 2002 dan saat ini sudah sampai pada versi 4.5.5. Di dalamnya terdapat  HEX Editor, Project support, FTP Client, Macro Recorder, dan lain lain. Juga terdapat spell checker.

Mendukung banyak bahasa, antara lain: C++, Cobol, MS-Dos batch, CSS, Forth, Fortran, FoxPro, HTML, XHTML, INI, Inno Setup, Java, JavaScript, KixStart, Object Pascal, Perl, PHP, Python, RSS, SQL, TCL/TK, Unix ShellScript, VBScript, Visual Basic, X86 assembler dan 120+ bahasa lain.

Ukuran download (v4.5.5) : 4,2MB

Yang perlu diingat adalah tak ada yang sempurna. Sesuatu yang dianggap paling baik oleh orang tertentu, belum tentu yang terbaik bagi orang lain. Jadi pilihlah tool yang paling sesuai untukmu…. Happy Coding!