Kategori
Wordpress Plugins

Google Calendar di WordPress

Gambar oleh Hiroaki Maeda

Google Calendar adalah aplikasi berbasis web yang menawarkan fitur sejenis yang ada pada aplikasi desktop seperti Microsoft Outlook. Ini adalah aplikasi manajemen waktu dimana kamu dapat mengatur jadwal rapat dikantor atau sebagai pengingat hari spesial dengan orang yang kamu sayangi. Kamu dapat memberikan keterangan pada jadwal seperti judul, keterangan, pengingat dalam bentuk alarm, dll. Akan tetapi karena berbasis teknologi web (AJAX), maka Google Calendar dapat diakses oleh semua sistem operasi termasuk sistem operasi untuk perangkat mobile seperti ponsel dan PDA asalkan sistem operasi tersebut mempunyai browser yang mendukung teknologi web yang sesuai. Tidak seperti perangkat lunak desktop Microsoft Outlook yang hanya tersedia untuk PC dan MAC.

Tentu saja akan menyenangkan jika Google Calendar dimasukkan kedalam situs WordPress milikmu. Situs yang sering menggelar acara untuk para pengunjungnya tentu saja akan memperoleh keuntungan jika menggunakan Google Calendar. Karena Google Calendar dapat diatur agar dapat diakses publik, misalnya untuk para pengunjung situsmu. Namun hal ini menyebabkan tampilan situs menjadi jelek karena warna dari Google Calendar bentrok dengan warna situs.

Sekarang kendala itu sudah dapat diatasi dengan menggunakan Stout Google Calendar plugin untuk WordPress. Dengan Stout Google Calendar, kamu dapat mempunyai beberapa kalender dengan skema warna yang berbeda. Skema warna ini dapat kamu atur sesuai dengan keinginanmu. Berikut ini adalah fitur dari Stout Google Calendar plugin:

  • Skema warna kustom
  • Modifikasi kalender dari panel administrasi WordPress
  • Menyimpan kalender berikut dengan konfigurasinya seperti skema warna, ukuran, dan format tanggal dan waktu
  • Menampilkan kalender di Widget
  • Preview sebelum melakukan perebuhan
  • Color picker tool yang memudahkanmu dalam menentukan skema warna

Kamu tidak akan mendapati plugin yang mengintegrasikan Google Calendar ke WordPress yang lebih baik dari Stout Google Calendar. Begitu mudah digunakan hanya dengan memilih kalendar yang telah kamu simpan sebelumnya dari menu. Kalendar dapat ditambahkan ke halaman situs maupun ke blog posts. Kamu juga dapat menghubungkan kalender ke tema WordPress menggunakan template tags.

Plugin ini dapat diperoleh melalui WordPress plugin directory atau menggunakan WordPress built-in installer dari panel administrasi.

Kategori
Wordpress Plugins

Alat Diagnosa Web Server

Gambar oleh labormikro

Sangat merepotkan bagi kita untuk memperoleh informasi dari layanan hosting yang kita gunakan untuk menaruh WordPress mengenai detail teknis server mereka. Misalnya pada layanan hosting yang saya gunakan, terlebih dahulu saya harus meminta ticket support untuk setiap pertanyaan mengenai layanan yang digunakan. Termasuk mengenai informasi detail mengenai web server seperti versi PHP atau versi MySQL dari web server yang dapat berguna bagi administrator WordPress. Tentu saja layanan hosting pasti selalu melakukan update terhadap web server mereka. Detail yang kita peroleh bulan ini belum tentu sama dengan bulan depan dan proses mengirimkan ticket support harus dilakukan kembali untuk memperoleh informasi terbaru.

Disinilah Diagnosis plugin dapat membantumu. Diagnosis dapat memberikan detail informasi teknis mengenai PHP, MySQL dan layanan web server lainnya yang mungkin diperlukan oleh administrator WordPress. Hal ini disediakan oleh Diagnosis dengan menambahkan sub-halaman baru ke menu Dashboard. Dari halaman inilah kamu dapat memperoleh beragam informasi mengenai web server dimana kamu menitipkan blog WordPress milikmu. Salah satu informasi yang ditampilkan adalah informasi yang biasanya diperoleh dari halaman phpinfo().

Gambar: Informasi MySQL

Informasi yang diberikan oleh Diagnosis ditampilkan dalam tabel yang sederhana berikut penjelasannya yang dapat memudahkan proses administrasi WordPress. Setiap kolom dalam tabel juga menyertakan tautan ke Wikipedia jika kamu memerlukan penjelasan lebih lanjut sesuai dengan konteks informasi yang ditampilkan pada kolom tersebut. Konteks bantuan ini akan sangat membantu baik bagi administrator kawakan maupun bagi mereka yang baru saja mengelola WordPress. Informasi yang diperoleh dari Diagnosis dapat digunakan untuk menentukan apakah web server yang kamu gunakan mempunyai kapabilitas untuk menangani plugins tertentu yang memerlukan komponen web server versi terbaru.

Kamu dapat melihat informasi mengenai Diagnosis di WordPress plugin directory.

Kategori
WordPress Wordpress Plugins

Tombol ShareThis untuk WordPress

ShareThis Button Image

Media sosial sekarang sedang menjadi tren. Semakin banyak media sosial baru bermunculan dengan beragam tawaran layanannya. Meskipun fitur dan layanan yang ditawarkan oleh media ini dapat berbeda, namun mereka mempunyai kesamaan, yaitu berbagi.

Kamu dapat berbagi konten dengan temanmu, pengikutmu, pembaca setiamu, atau apapun istilahnya yang mungkin digunakan pada situs media sosial spesifik. Setiap media sosial mempunyai kekuatannya tersendiri. Berbagi konten tertentu mungkin lebih cocok untuk satu media sosial tertentu tetapi tidak untuk lainnya. Belum lagi latar belakang pembaca yang bisa jadi beragam. Akan menjadi sulit untuk mengakomodasi kebutuhan semua pembaca agar mereka dapat membagi konten menarik yang mereka temui di situs kamu tanpa tombol ShareThis.

Apa yang harus kamu lakukan hanyalah pergi ke situs www.sharethis.com dan pilih desain tombol ShareThis yang kamu suka. Tekan tombol Get the Code Already untuk memperoleh kodenya. Kode ini dapat kamu tambahkan pada halaman manapun di situsmu. Salin kode ini. Setelah itu pergi ke situsmu dan instal serta aktifkan plugin ShareThis. Jauh lebih mudah jika kamu menggunakan WordPress built-in installer untuk plugins untuk menginstal ShareThis. Kamu juga dapat mengambil plugin ShareThis dari WordPress Plugin Directory dan mengunggahnya ke situs milikmu jika mau.

Setelah selesai menginstal plugin ShareThis, sekarang saatnya untuk melakukan konfigurasi. Buka pilihan konfigurasi untuk plugin ShareThis. Pada kotak teks Paste your widget code in here:, taruh kode yang kamu peroleh dari situs www.sharethis.com untuk tombol ShareThis pilihanmu. Simpan konfigurasi dengan menekan tombol Update ShareThis Options.

ShareThis Options Image

ShareThis bahkan bisa menghitung seberapa banyak konten dibagi-pakai. Sekarang pengunjung dapat dengan mudah berbagi konten dari situsmu yang mereka suka ke situs lain, twitter, digg, facebook, myspace, dan banyak lagi media sosial lainnya.

Lihatlah situs www.sharethis.com untuk informasi lebih lanjut.

Kategori
WordPress Wordpress Plugins

WP Hive: Alternatif WP Multisite

Gambar pin WordPress

Gambar oleh John Fischer

WordPress dimulai sebagai percabangan dari b2. B2 atau yang kadang disebut dengan cafelog adalah perangkat lunak yang didesain untuk menangani blog pribadi. Blog tunggal dimana hanya ada satu penulisnya, yaitu pemilik blog itu sendiri yang bertindak sebagai administrator sekaligus penulis.

Seiring dengan berjalannya waktu, kebutuhan akan banyak blog dalam satu situs yang terdiri dari beberapa kontributor menjadi suatu yang masuk akal. Apalagi platform saingannya, yaitu Movable Type sudah sejak awal mendukung beberapa blog dan penulis sekaligus dalam satu domain.

Permasalahannya adalah untuk melakukan hal tersebut, WordPress harus ditulis ulang. Bukanlah proses yang cepat untuk menulis ulang suatu perangkat lunak. Apalagi WordPress sendiri bukan dibuat dari nol, melainkan merupakan percabangan dari platform lainnya. Belum lagi resiko kehilangan kompatibilitas dari hampir semua plugins. Padahal disinilah letak kekuatan WordPress dari pesaing utamanya, yaitu berlimpahnya jumlah plugins yang tersedia.

Akhirnya solusi yang dipilih oleh para pengembang WordPress adalah mempertahankan perangkat lunak semula dengan tambahan beberapa hack. Mereka menyebut versi ini dengan WordPress Multisite. Teknik hacking yang membuat satu instalasi WordPress dapat menangani beberapa blog/situs dan penulis sekaligus dalam satu domain. Solusi ini bukannya tanpa masalah. Ini mempengaruhi performa dan skalabilitas dari WordPress itu sendiri.

Seperti yang dapat kita lihat pada situs layanan blog hosting WordPress.com yang menggunakan WordPress Multisite. Mereka bukan menggunakan web server yang umum ditemui seperti Apache atau IIS. Mereka menggunakan Nginx, web server dengan performa tinggi untuk menangani situs yang mempunyai beban kerja berat.

Sekarang ada alternatif WP Multisite, yaitu WP Hive. Apa yang menjadi keunggulan nya adalah WP Hive bukanlah sebuah hack. Melainkan bagian dari arsitektur WordPress itu sendiri, yaitu plugins. WP Hive didesain untuk membantu manajemen dalam lingkungan dimana hanya ada satu administrator. Dengan WP Hive administrator dapat menangani beberapa blog dan memberikannya kemudahan dalam menangani plugin, tema, dan berkas dari semua blog.

Beberapa fitur WP Hive seperti yang tertera pada situsnya:

  • Plugin, mudah diinstal
  • Kompatibel dengan hampir semua plugin lainnya
  • Mendukung domain, subdomain, dan subdirektori

Silahkan kunjungi situs WP-Hive.com untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai WP Hive.

Kategori
Wordpress Plugins

Exclude Plugins: Solusi “mengamankan” Plugin pada WordPress 3.0 Multisite

Opsi Multisite pada WordPress 3.0 memungkinkan kita untuk membuat banyak blog dalam satu instalasi. Blog ini dapat kita pakai sendiri ataupun dibagi untuk umum sebagai suatu layanan blog gratis ataupun berbayar. Layanan blog gratis ini contohnya dapat kita lihat pada instalasi blogdetik.com dan yang paling populer tentu saja wordpress.com.

Kelemahan dari wordpress.com adalah kita tidak diberi hak untuk memanage plugin. Sebenarnya banyak plugin yang ditanam di wordpress.com tapi masalah mengaktifkan atau menonaktifkan plugin sepenuhnya ada di tangan Super Admin.

Lain halnya dengan blogdetik.com, mereka meyediakan halaman plugin agar kita bisa memilih plugin mana yang akan diaktifkan, meskipun ada plugin default yang sudah diaktifkan oleh Super Admin dan “harus” aktif di semua blog. Kelemahannya adalah tidak ada plugin yang tersembunyi atau hanya boleh dipakai sendiri oleh Super Admin alias si empunya instalasi. Sehingga si empunya tersebut tak bisa memakai plugin hebat semisal All In One SEO Pack atau Platinum SEO tanpa membuatnya tersembunyi dari pengguna biasa. Padahal plugin tersebut cukup memberatkan bagi server, yang bila diinstal di semua blog tentunya dapat membuat kita disuspend oleh yang punya hosting gara-gara terlalu banyak memakan resources.

Dari kedua skenario di atas nampak bahwa di wordpress.com para pengguna kurang bergairah gara-gara tak bisa mengaktifkan atau menonaktifkan plugin, sedangkan di blogdetik.com si empunya yang kurang bergairah buat blog di blognya sendiri gara-gara tak bisa memakai plugin secara eksklusif.

Untuk itulah saya membuat plugin ini. Exclude Plugins. Plugin ini bekerja dengan cara membolehkan sebagian plugin untuk pengguna biasa (included plugins) sementara menyembunyikan plugin-plugin hebat (excluded plugins) hanya untuk si empunya blog.  Jadilah semua senang 🙂

Download Exclude Plugins.

Glossary:
Super Admin: Administrator yang mempunyai kuasa penuh atas semua blog pada suatu instalasi WordPress multisite, berbeda dengan administrator biasa yang hanya memiliki kuasa atas blognya sendiri.