Indonesia sedang diributkan dengan masalah kata “pakai”.
Berikut akan saya ulas tentang masalah ini.

Ada argumentasi yang menyebutkan bahwa (potongan) kalimat “digampar sandal” dan “digampar pakai sandal” mempunyai arti yang sama. Benar mereka bisa mempunyai arti yang sama karena kata sandal merupakan suatu benda. Jadi penghilangkan kata “pakai” membuat kalimat tersebut mempunyai arti ada orang yang menggampar menggunakan sandal, bukan ada sandal yang melayang-layang sendiri lalu menggampar seseorang. Kalimat tersebut merupakan kalimat yang disingkat dari kalimat lengkapnya, kalimat lengkapnya yaitu: “Seseorang digampar dengan menggunakan sandal olehnya”.

Coba kalau kata sandal diganti kucing, maka kalimat jadi ambigu karena kucing bisa melakukan sesuatu secara aktif. Digampar kucing bisa berarti ada orang yang memegang kucing lalu menggunakannya untuk menggampar, bisa juga berarti si kucing menggampar menggunakan kakinya sendiri. Untuk menghilangkan kerancuan ini maka biasa digunakan kata depan “oleh”. jadi “digampar oleh kucing” mempunyai arti satu yaitu si kucing menggampar menggunakan kakinya.

Yang sangat lucu dengan argumentasi “digampar sandal = digampar pakai sandal” adalah JUSTRU menguatkan argumentasi pihak lawan, yaitu ada orang yang menggunakan sandal tersebut untuk menggampar, bukan sandalnya yang melayang2 lalu menggampar orang dengan sendirinya. jadi yang aktif adalah orangnya, bukan sandalnya. Betul bukan? dilempar buku dengan dilempar pakai buku mempunyai arti yang sama yaitu ada orang yang melemparkan buku, bukan bukunya yang tiba2 melayang sendiri.

Jadi menganalogikan masalah yang lagi heboh sekarang dengan “digampar sandal = digampar pakai sandal” ataupun “dibacok golok = dibacok pakai golok” adalah tidak tepat karena justru menguatkan pihak lawan yaitu ada orang yang menggunakannya, bukan benda tersebut yang melakukan tindakan aktif. Meskipun begitu menganalogikannya dengan “makan sendok ≠ makan pakai sendok” juga kurang tepat, ya betul karena kalimatnya yang aktif jadi perbandingannya kurang setara dengan kalimat yang sedang kita bahas. Tapi bagaimana kalau kita membuat kalimat pasif menggunakan kata “sendok”: “Nasi dimakan sendok ≠ Nasi dimakan pakai sendok” ternyata bisa dan kalimatnya valid. Kalimat “nasi dimakan sendok” dan “nasi dimakan pakai sendok” mempunyai arti yang sangat berbeda, kalimat pertama menunjukkan sendoknya bisa makan nasi (walaupun secara logika tidak mungkin sendok bisa makan nasi, tapi kalimatnya valid) sedangkan kalimat kedua menunjukkan bahwa ada orang yang makan nasi menggunakan sendok.

Namun, kalimat “nasi dimakan sendok” dan “nasi dimakan pakai sendok” ini sebenarnya masih belum tepat karena tidak setara dengan kalimat yang sedang membuat heboh seluruh Indonesia ini.
Bagaimana bisa tidak setara? karena sendok adalah benda yang benar-benar mati, sedangkan kalimat yang “itu” menggunakan obyek kitab yang sebenarnya tidak mati, kitab merupakan representasi dari pembuat kitab. Karena kitab adalah kumpulan kata atau firman, maka kitab itu merepresentasikan si pengarang, bukan hanya benda mati semata. Karena yang penting adalah kata-kata di dalamnya yang merupakan kata-kata dari si pengarang, bukan benda fisik kitabnya….

Analogi paling tepat adalah kita jangan mengganti kata “dibohongi” dan obyek dari kalimat itu jangan pakai benda yang benar2 mati. Coba resapi kalimat berikut: “Dibohongi pakai peta” juga kalimat “Dibohongi pakai wikipedia” juga kalimat “dibohongi pakai RPUL” juga kalimat “dibohongi pakai buku sejarah”. Jadi apakah yang dituduh bohong itu orang yang membaca peta yaitu dia salah membaca peta ataukah yang bohong orang yang membuat peta dengan membuat peta yang salah? Jadi apakah yang dituduh bohong orang yang memakai wikipedia ataukah orang yang membuat tulisan di wikipedia? Jadi yang dituduh bohong adalah yang menggunakan RPUL ataukah si pengarang RPUL? Jadi yang dituduh bohong adalah yang menggunakan buku sejarah ataukah si bembuat buku sejarah?

Jawaban dari pertanyaan di atas tidak akan sama orang per orang.
.
.

Itox … bukan ahli bahasa, hanya orang yang mudah gatal …
Hal yang juga menarik:

Hak Cipta

Semua skrip dan teknik dalam artikel di itx.web.id boleh digunakan sebagaimana kehendakmu tanpa perlu mencantumkan sumber. Kamu tidak boleh mengkopi seluruh artikel, dalam Bahasa Indonesia ataupun diterjemahkan ke dalam bahasa lain.

Artikel terkait:

About the author

Simple coder

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x( X-( B-) ;-) :wink: :twisted: :roll: :oops: :mrgreen: :lol: :idea: :evil: :cry: :arrow: :D :?: :-| :-x :-o :-P :-D :-? :-)) :-) :-( :-& :) :( :!: 8-O 8-) 8) (Русский) (yahoo) (worship) (woot) (wave) (unsure) (tongue) (thinking) (tears) (taser) (smileydance) (sleeping) (sick) (scenic) (rofl) (rock) (party) (panic) (okok) (nottalking) (ninja) (music) (muscle) (muhaha) (money) (mmm) (lonely) (lol) (lmao) (idiot) (hungry) (highfive) (heart_beat) (heart) (headspin) (hassle) (haha) (gym) (griltongue) (goodluck) (girlkiss) (funkydance) (fish_hit) (eyeroll) (evilsmirk) (evil_grin) (drinking) (doh) (devil) (dance) (cry) (cozy) (coffee) (brokenheart) (bringit) (blush) (bigeyes) (beer) (banana_rock) (banana_ninja) (banana_cool) (applause) (annoyed) (angry) (K) (: