Kategori
Bahasa Indonesia

Digampar kucing ataukah digampar pakai Kucing?

Indonesia sedang diributkan dengan masalah kata “pakai”.
Berikut akan saya ulas tentang masalah ini.

Ada argumentasi yang menyebutkan bahwa (potongan) kalimat “digampar sandal” dan “digampar pakai sandal” mempunyai arti yang sama. Benar mereka bisa mempunyai arti yang sama karena kata sandal merupakan suatu benda. Jadi penghilangkan kata “pakai” membuat kalimat tersebut mempunyai arti ada orang yang menggampar menggunakan sandal, bukan ada sandal yang melayang-layang sendiri lalu menggampar seseorang. Kalimat tersebut merupakan kalimat yang disingkat dari kalimat lengkapnya, kalimat lengkapnya yaitu: “Seseorang digampar dengan menggunakan sandal olehnya”.

Coba kalau kata sandal diganti kucing, maka kalimat jadi ambigu karena kucing bisa melakukan sesuatu secara aktif. Digampar kucing bisa berarti ada orang yang memegang kucing lalu menggunakannya untuk menggampar, bisa juga berarti si kucing menggampar menggunakan kakinya sendiri. Untuk menghilangkan kerancuan ini maka biasa digunakan kata depan “oleh”. jadi “digampar oleh kucing” mempunyai arti satu yaitu si kucing menggampar menggunakan kakinya.

Yang sangat lucu dengan argumentasi “digampar sandal = digampar pakai sandal” adalah JUSTRU menguatkan argumentasi pihak lawan, yaitu ada orang yang menggunakan sandal tersebut untuk menggampar, bukan sandalnya yang melayang2 lalu menggampar orang dengan sendirinya. jadi yang aktif adalah orangnya, bukan sandalnya. Betul bukan? dilempar buku dengan dilempar pakai buku mempunyai arti yang sama yaitu ada orang yang melemparkan buku, bukan bukunya yang tiba2 melayang sendiri.

Jadi menganalogikan masalah yang lagi heboh sekarang dengan “digampar sandal = digampar pakai sandal” ataupun “dibacok golok = dibacok pakai golok” adalah tidak tepat karena justru menguatkan pihak lawan yaitu ada orang yang menggunakannya, bukan benda tersebut yang melakukan tindakan aktif. Meskipun begitu menganalogikannya dengan “makan sendok ≠ makan pakai sendok” juga kurang tepat, ya betul karena kalimatnya yang aktif jadi perbandingannya kurang setara dengan kalimat yang sedang kita bahas. Tapi bagaimana kalau kita membuat kalimat pasif menggunakan kata “sendok”: “Nasi dimakan sendok ≠ Nasi dimakan pakai sendok” ternyata bisa dan kalimatnya valid. Kalimat “nasi dimakan sendok” dan “nasi dimakan pakai sendok” mempunyai arti yang sangat berbeda, kalimat pertama menunjukkan sendoknya bisa makan nasi (walaupun secara logika tidak mungkin sendok bisa makan nasi, tapi kalimatnya valid) sedangkan kalimat kedua menunjukkan bahwa ada orang yang makan nasi menggunakan sendok.

Namun, kalimat “nasi dimakan sendok” dan “nasi dimakan pakai sendok” ini sebenarnya masih belum tepat karena tidak setara dengan kalimat yang sedang membuat heboh seluruh Indonesia ini.
Bagaimana bisa tidak setara? karena sendok adalah benda yang benar-benar mati, sedangkan kalimat yang “itu” menggunakan obyek kitab yang sebenarnya tidak mati, kitab merupakan representasi dari pembuat kitab. Karena kitab adalah kumpulan kata atau firman, maka kitab itu merepresentasikan si pengarang, bukan hanya benda mati semata. Karena yang penting adalah kata-kata di dalamnya yang merupakan kata-kata dari si pengarang, bukan benda fisik kitabnya….

Analogi paling tepat adalah kita jangan mengganti kata “dibohongi” dan obyek dari kalimat itu jangan pakai benda yang benar2 mati. Coba resapi kalimat berikut: “Dibohongi pakai peta” juga kalimat “Dibohongi pakai wikipedia” juga kalimat “dibohongi pakai RPUL” juga kalimat “dibohongi pakai buku sejarah”. Jadi apakah yang dituduh bohong itu orang yang membaca peta yaitu dia salah membaca peta ataukah yang bohong orang yang membuat peta dengan membuat peta yang salah? Jadi apakah yang dituduh bohong orang yang memakai wikipedia ataukah orang yang membuat tulisan di wikipedia? Jadi yang dituduh bohong adalah yang menggunakan RPUL ataukah si pengarang RPUL? Jadi yang dituduh bohong adalah yang menggunakan buku sejarah ataukah si bembuat buku sejarah?

Jawaban dari pertanyaan di atas tidak akan sama orang per orang.
.
.

Itox … bukan ahli bahasa, hanya orang yang mudah gatal …

Kategori
Al-quran

Tips membaca Alquran dengan mudah untuk yang kesulitan membaca Alquran dengan lancar

Saya mulai dengan menceritakan keadaan diri saya sendiri. semoga tidak termasuk Ujub, Sum’ah dan Riya’, hanya sebagai pelajaran saja.
saya termasuk orang yang sangat sulit membaca Al-quran, bacaan saya nggrathul-nggrathul, dan butuh usaha sangat-sangat keras untuk membaca. Karena kesulitan saya ini maka saya sangat jarang sekali, atau boleh dikata hampir tidak pernah membaca Alquran dalam keseharian.

Ternyata saya menemukan jawabannya kenapa saya sulit membaca alquran, terdapat dua alasan:

1. saya kesulitan untuk mengeja

Tidak seperti disleksia yg samasekali tak mampu membaca. saya membaca tulisan itu sebagai satu rangkaian huruf yang merepresentasikan suatu kata, bukan kumpulan suku kata yang menjadi huruf. misalnya: Ini Ibu Budi, ya sejak kecil dulu saya bacanya ya langsung Ini Ibu Budi, tidak bisa i en i ni ini, i be u bu ibu, be u bu de i di budi…. btw saya baru paham sistematika cara mengeja seperti ini setelah lulus SMA, hehehehehehe….
Berbeda sekali dengan cara mengeja bahasa Inggris yang tidak per suku kata tapi dihapalkan semua huruf per kata (Bahasa Inggris memang tidak mengenal suku kata). misalnya : contemporary dieja c-o-n-t-e-m-p-o-r-a-r-y. Karena bahasa Inggris memang tidak konsisten antara tulisan dan pengucapan. coba tengok huruf oo pada spoon dan door pengucapannya beda kan?! Bahkan di sana kalau anak setingkat SD biasanya ada lomba spelling, di Indonesia mana ada soalnya bahasa Indonesia cukup konsisten antara huruf dengan cara tuturnya, sehingga kalau nulis ya straight forward aja seperti yang terucap.

saya bisa membaca dengan baik dan cepat karena telah menguasai bahasanya dan mengetahui (hapal) ejaan untuk kata tersebut jadi ya langsung bisa terucap. Dan saya hanya bisa melakukannya dalam 3 bahasa: Indonesia, Inggris dan Jawa (huruf latin).

Sekarang mari kita baca penggalan cerita berikut dengan cepat:

Ahrinya, buaya melpeas gigtiannya dari kaki pak kerbau. Dan mreekapun mleakukan reka adegan. Si buaya kebmali ke tepmat asal dia tetrimpa batnag phoon. Dan pak kerbau kembali mnedorong pohon menmipa pak buaya degnan ke dua tadnuknya. Setleah di rasa si buaya tak sagngup lagi begrerak dan benar-benar terjbeak, si kancil menagjak pak kerbau segera lari menigngalkan tempat itu.

Apakah anda bisa membacanya? tulisan di atas banyak yang hurufnya tertukar tapi kita tetap bisa membacanya, ini membuktikan bahwa kita sebetulnya tidak perlu mengeja per suku kata tapi hanya membaca kumpulan huruf.

Bagaimana dengan bahasa arab? jelas saya tidak paham bahasa arab. oleh karena itu saya sangat kesulitan untuk membacanya karena saya harus mengucapkan huruf per huruf. bagi yang bisa mengeja gampang saja karena tulisan arab memang sangat konsisten antara tulisan dan pengucapan. ro dibaca ro, sho dibaca sho, dst.

2. saya bukan penghapal yang hebat

Jaman Rasulullah SAW, tidak ada Alquran yang tertulis rapi seperti sekarang ini. Semua orang menghapalkan Al-quran, oleh karena itu bisa saja tilawah dengan sangat cepat. Membaca satu Alquran bisa diselesaikan dalam 3 Hari.
Melihat kondisi saya yang jelas tidak sekuat itu hapalannya, bisa tilawah dengan cepat menggunakan metode menghapal seluruh Alquran ini jelas mustahil.

Ada Apa dengan ODOJ?
One Day One Juz dalam bayangan saya sangat mustahil untuk dilaksanakan. untuk membaca 1 halaman saja saya membutuhkan waktu paling tidak 5 menit, jikalau 20 halaman maka membutuhkan waktu 100 menit atau hampir dua jam per hari – berbeda dari kebanyakan yang katanya bisa 30 menit untuk satu juz. Karena dalam membaca saya membutuhkan usaha sangat-sangat keras, tentu hal ini malah membuat frustasi.
Jadi akhirnya selama bertahun-tahun boleh dibilang saya tidak pernah membaca Alquran karena memang it frustrates me, baca satu ruku’ aja susah apalagi satu juz….

Mengakali orang dengan kondisi sama seperti saya (tidak tahu bahasa arab, kesulitan mengeja & hapalan tidak kuat) agar bisa menikmati membaca Al-quran.

Tampilan Quran For Android saat memainkan audio murottal.
Tampilan Quran For Android saat memainkan audio murottal.

Berawal dari Ustadz Yusuf Mansur yang menganjurkan untuk One Day One Ayat… yap satu hari satu ayat untuk dihapalkan, lalu saya coba deh, sepertinya tidak begitu susah. Saya mulai dari download berbagai aplikasi Alquran android, ketemulah satu aplikasi yang paling pas yaitu Quran for Android karena kita bisa mendownload audio murottal dari banyak qori yang masyhur dan di sini terdapat fitur yang tidak saya temukan di program lain yaitu mengulang-ulang audio per ayat atau kumpulan ayat. Jadi menurut saya program ini sangat membantu untuk bisa menghapalkan satu ayat per hari. jika teman-teman tahu program lain yang juga bagus silahkan dishare juga.

Alhamdulillah setelah hampir hapal satu surat yang agak pendek, sekarang saya bisa membaca dengan cepat mengikuti kecepatan tilawah Imam Sudais untuk surat tersebut. As i said before hapalan saya tidak kuat, sehingga saya masih harus membaca juga. btw jikalau Dasadarma pramuka itu tidak memiliki jembatan keledai tacipaparerahedisbesu, saya tak bisa mengurutkannya dengan benar meskipun hapal kalimat-kalimat dalam semua darma…. hehehe

Manfaat yang saya rasakan dengan berusaha menghapal satu hari satu ayat adalah:
– saya bisa membaca Alquran dengan cepat dan lancar.
– saya jadi lebih PD untuk membaca Alquran di mana saja.
– saya jadi lebih nyaman, senang dan sering membaca Alquran.

Kekurangan dari metode ini adalah yang dibaca hanya surat/ayat itu-itu saja.

Perlu diperhatikan bahwasanya membaca berulang-ulang surat/ayat yang sama ini hanya dianjurkan bagi yang kesulitan membaca Alquran dengan lancar. Semoga tips dari saya yang bodoh ini bisa membantu kita semua untuk lebih mendekatkan diri dengan Alquran. One Day One Ayat. Belajar sedikit lebih baik daripada tidak belajar samasekali.

thx,
itx

Kategori
Jawa

Ksatria Pandawa Lima: Mahabarata versi Jawa setengah hati

Ingin rasanya tidak berburuk sangka akan kelatahan “Ksatria Pandawa Lima” (tayang di TransTV) meniru Mahabarata Star plus (tayang di ANTV). Namun bagaimana lagi, beberapa fakta menunjukkannya. Sering diiklankan bahwa Pandawa lima ini adalah Versi Jawa, tapi sebentar saja tayang aku langsung bisa menandai ketidakseriusannya mengangkat versi Jawa. Meskipun aku sendiri baru melihat tayangan ini sebentar saja, tidak lengkap dan sepotong-potong, tapi bisa langsung melihat flaws-nya. Mengenai cerita aku tidak bisa mendalami, karena baru tayang beberapa seri.

Wayang Werkudara/Bima dengan kain kotak-kotak yang khas.

Bentuk2 Setengah Hati nya Ksatria Pandawa Lima:
1. Quote dari sang produser: “Ada karakter versi Jawa. Seperti Bambang Kalaya, Petruk, Gareng dan Gatot Kaca. Sayang banget kalau itunya nggak diangkat. Kita berani fight, ini versi Jawanya.”
Tanggapan: Okelah Petruk & Gareng memang versi Jawa, tapi Bambang Kalaya dan Gatotkaca versi India juga ada pak. Di sana ada namanya Eklavya (Sanskrit: एकलव्य, éklavya) dan ada Ghatotkacha (Sanskrit: घटोत्कच Ghaṭōtkaca) … masih mau bilang mereka asli Jawa?

2. Nama tokoh-tokohnya pakai versi India.
Dalam serial ini Pandawa memakai nama Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa nama-nama tersebut sekedar transliterasi ke dalam bahasa Indonesia dari nama-nama versi India yaitu: Yudhisthira, Bhim, Arjun, Nakula dan Sahadeva. Jika ingin mengangkat cerita versi Jawa seharusnya memakai nama yang sering digunakan para dalang yaitu : Puntadewa, Werkudara dan Janaka. Dan jika masih muda seperti yang sedang ditayangkan di seri-seri awal seharusnya terdapat nama-nama: Bratasena, Permadi, Pinten dan Tangsen.
Ada lagi tokoh Begawan Parasu yang di Jawa lebih dikenal dengan Ramabargawa….
Mau mengangkat versi Jawa ya harusnya nama-namanya pakai nama Jawa dong!

3. Nama kerajaannya pakai nama India. Dalam versi Jawa nama kerajaan yang umum dipakai adalah Kerajaan Ngastina (Indonesia: Astina) bukan Hastinapura. Dalam versi Jawa yang ada adalah Kerajaan Plasajenar tidak ada kerajaan Gandara. …. yang niat dong kalau mau buat versi Jawa.
Mungkin dalam versi mendatang akan ada kerajaan Indraprastha yang lebih umum disebut kerajaan Amarta dalam versi Jawa. Lalu pertanyaannya kerajaan Mandura akan bernama apa?

4. Pakaiannya kurang njawani dan samasekali tidak pakai pakem wayang Jawa, bahkan pakaiannya ada yg pakai model India… howwww.
Meskipun kalau mau benar-benar pakai pakem Jawa malah jadi wayang orang 😀 tapi paling gak sedikit-sedikit kan bisa dimasukkan. Walau di situ sang Pandawa pakai Jarik (biar agak njawani), tapi jariknya salah tuh! masak cuma pakai jarik coklat ala Surakarta gitu. Yang paling khas seharusnya pakaian Werkudara adalah Kampuh/kain Poleng Bintuluaji. Perupa kontemporer-pun tak lupa memakaikan kain kotak-kotak ciri khas Werkudara tersebut.

5. Tidak terlihat ciri khas Sengkuni yang wajahnya hancur. Di situ tidak ada suara dan nada bisara sengkuni versi Jawa yang sangat khas, yang kelihatan malah Sangkuni yang suka nyengir dengan kupluk mirip sorban seperti pada Mahabarata versi Star Plus.

Gambar Werkudara/Bima membunuh Dursasana. Meski versi kontemporer tetaplah memakai kain kotak-kotak.
Bima memakai kain kotak-kotak.
Gambar dari: http://8lackhand.deviantart.com/art/Bima-Mahabharata-310166602

6. Pastinya banyak flaws lain yg belum terungkapkan di sini karena serialnya baru tayang beberapa kali dan aku belum banyak mencermati semuanya. Jika memang mau mengangkat versi Jawa seharusnya keluar nama-nama terkenal semacam: Harya Suman, Antasena, Antareja, Bathara Guru, Buta Cakil, Wisanggeni, dll.

 

Beberapa hal di atas cukup sudah mengungkapkan betapa tidak seriusnya si pembuat tayangan “Satria Pandawa Lima” untuk mengadopsi Mahabarata versi Jawa. Yang ada adalah elemen-elemen dalam tayangan itu sebagian besar merujuk pada Mahabarata versi Star Plus lalu menerjemahkannya ke versi Indonesia. Harusnya bacalah dulu kitab-kitab Mahabarata versi Jawa baru diterjemahkan ke layar kaca.

Kalo gini, apa ya benar berani fight ini versi Jawanya?!

* Gambar tertampil di sini mungkin saja memiliki hak cipta.

Kategori
Wordpress Plugins

Exclude Plugins mendukung WordPress 3.1

WordPress 3.1 baru saja diluncurkan. WordPress versi terbaru ini memiliki banyak perubahan dalam file core-nya sehingga memaksa itx untuk melakukan update plugin buatan itx yaitu Exclude Plugins.

Bagi yang belum tahu apa fungsi dari plugin Exclude Plugins akan itx terangkan sedikit. Plugin ini sangat berguna bagi pengguna WordPress Multisite. Plugin ini bekerja dengan cara membolehkan sebagian plugin untuk pengguna biasa (included plugins) sementara menyembunyikan plugin-plugin hebat (excluded plugins) hanya untuk si empunya blog multi site tersebut.

Update plugin ini berawal dari komplain pengguna Exclude Plugins yang menyatakan bahwa terdapat error ketika dia melakukan upgrade wordpress ke versi 3.1. Error tersebut bunyinya kurang lebih begini:

Fatal error: Call to undefined function print_plugins_table() in /home/usernamecpanel/public_html/wp-content/plugins/exclude-plugins/exclude-plugins.php on line 156

Kemudian segera itx mendonlot wordpress 3.1 untuk melakukan pengecekan. Seharusnya dari versi 3.1 beta ataupun RC itx sudah mencoba-coba, tapi karena cukup yakin bahwa tidak akan berdampak banyak, maka tidak dilakukan.

Maka pengecekanpun dilakukan dengan pertamakali menginstal WordPress 3.1 di mesin lokal. Dari pengecekan ini disimpulkan bahwa update WordPress kali ini cukup gede-gedean. Salah satu update tersebut adalah digunakannya class WP_List_Table untuk mencetak berbagai macam tabel ke layar. Dengan difungsikannya class itu maka dihapuslah fungsi print_plugins_table(), padahal fungsi itu digunakan oleh Exclude Plugins.

Setelah muter-muter ngubek-ubek file core wordpress 3.1 – yang ternyata banyak file-file baru di dalamnya, dengan hasil nihil, maka itx memutuskan untuk menggunakan cara simpel. Tinggal copy paste saja dari WordPress 3.0 fungsi yang telah dihilangkan tersebut. Dan hasilnya ternyata mujarab, tidak perlu cara susah jika memang ada yang mudah.

Saat ini Exclude Plugin versi terbaru yaitu versi 1.1.3 yang mensupport WordPress 3.1 sudah diupload ke repository plugin wordpress. Silahkan menuju dashboardmu untuk melakukan update 😀 .

Selamat menikmati.

Kategori
WordPress

Mengapa harus merelease theme WordPress Gratis?

Karena semua orang suka yang gratis. Begitulah, gratis itu disukai oleh semua orang.

Hebatnya, jika kita memberi sebenarnya kita menerima. Cobalah tengok grafik di Site Statsnya itx.web.id:

Nampak Terjadi lonjakan trafik yang sangat signifikan saat aku merelease theme Calotropis pada tanggal 29 Mei. Dari yang biasanya 10-an kunjungan menjadi 100-an kunjungan per hari. Note: nampak ada lonjakan di tangal 21 Mei karena saat itu Smart sedang error dan banyak orang ingin tahu kenapa.

Ditambah lagi dengan trafik yang masuk ke calotropis.itx.web.id :

Trafik ke situ sempat melonjak dari nol sampai menjadi 400 kunjungan dalam sehari.

Banyak trafik so what?

Semua orang suka menjadi terkenal bukan?!  (lol)  Dan ada banyak hal yg bisa dilakukan saat trafiknya banyak : -D … you name it!

Tidak cuma itu trafik yang melonjak, backlink ke sini pelan-pelan tapi pasti terus bertambah banyak. Seperti diketahui, makin banyak backlink, makin tinggi pula PageRank.

Trus ngapain kalo PageRank tambah?

Ada deeeeh (evilsmirk) .

Mengapa musti GPL?

ya biar bisa masuk WordPress Themes Directory. Di situ adalah tempat terbaik mempromosikan theme gratisan. Cobalah tengok themes2 direktori lain atau website temen-temen yang menaruh themes-nya hanya di website miliknya saja. Themes mereka didownload paling-paling cuma 300 per bulan. Bandingkan dengan Statistik Calotropis yang angka segitu bisa dicapai dalam sehari saja. Dan saat tulisan ini dibuat (hampir seminggu sejak di-release), sudah didownload hampir 2000 kali.

Tapi kalo diupload ke situ bukannya kodenya tidak boleh disembunyikan dengan base64_decode()?

Benar sekali, tapi resiko link ke sini dihilangkan oleh orang-orang nakal itu sangat lebih kecil efeknya dibanding dengan trafik ataupun efek positif lain yang didapat. Dari pada menyelamatkan uang seribu rupiah dari uang sepuluh ribu rupiah yang didapat (sehingga dapatnya 10rb), lebih baik kehilangan seribu rupiah itu untuk mendapatkan uang seratus ribu rupiah (dapatnya 99rb)…. bener khan?!

Khan tidak boleh ada sponsornya juga?

Ah, peduli amat, masih ada banyak cara lain selain menjual theme kita ke sponsor…. kapan-kapan aku jelasin deh. :p

Koq nggak dijual saja? jadi theme premum gituh!

Aku khan belum terkenal… (blush) . Siapa yang mau beli kalo belum terbukti sebagai pembuat theme yang baik. Yang penting terkenal dulu deh, cari duitnya bisa pake cara lain koq.

Jadi, kapan mau merelease theme lagi?

Semoga sebulan sekali bisa release. Soalnya agak susah je, lha nggak make software-software pembuat theme ataupun theme framework apapun.

So? Mau jadi pembuat theme wordpress gratis?

Kategori
Jawa WordPress

Nguri-uri Basa Jawa Kanthi WordPress Basa Jawa

Sanadyan Basa Jawa ora ditinggalaké karo wong Jawa, ananging babagan nulis Jawa nganggo aksara latin akèh sing ora bener. Kedadéan iki wis umum banget anané, apa manèh ing jaman internèt saiki kabèh wong isa nulis sakgelemé dhéwé sing uga banjur diwaca wong akèh. Klèruning panulisan iki tambah ngambra-ambra, gandhèng sing maca ya mesthiné banjur mèlu-mèlu klèru anggoné nulis.

Kedadéan iki rada béda karo basa ‘alay’ sing umum ing Basa Indonésia. Ing basa ‘alay’ iku, tulisan sengaja dirusak, sengaja digawé bèn kétok anèh nganggo aksara-aksara sing ora trep kathi pangajab bèn katon ‘gaul’. Menawa babagan keklèron nulis basa Jawa, akèh sing padha ora ngerti utawa ora sengaja yèn nulisé salah.

Kahanan sing paling umum yaiku nulis aksara ‘a’ nganggo aksara ‘o’. Kayadéné ing tembung ‘mangga’ sing dutilis ‘monggo’ utawa ‘lara’ (sakit) ditulis ‘loro’.

Kahanan keklèron liyané yaiku:
Nulis ‘i’ nganggo aksara ‘e’ kaya ing tembung: ‘cilik’ ditulis ‘cilek’ utawa ‘uwis’ ditulis ‘uwes’. Nulis ‘u’ nganggo aksara ‘o’: ‘mabur’ ditulis ‘mabor’ utawa ‘alun-alun’ (lapangan) ditulis ‘alon-alon’. Nulis ‘dh’ nganggo aksara ‘d’ kaya ing tembung: ‘mudhun’ ditulis ‘mudun’ utawa ‘ngandhut’ ditulis ‘ngandut’. Lan akeh banget liyané.

Neng kene ora oleh banter-banter.

Yèn dideleng ing èlmu ‘phonology’ utawa èlmu pangocap, basa jawa iku paling ora duwé rongpuluh konsonan persis karo aksara hanacaraka, uga duwé pangocap (vokal) cacahé wolu kang ditulis kanthi manéka cara gumantung tatanan aksarané ing tembung kuwi kepiyé. Bab iki, yaiku pangocap sing sok béda karo panulisané iki sing gawé bingung lan marahi salah panulisan. Menawa konsonan mèh kabèh ora padha  bingung amarga pocapan karo tulisan ora béda, mung aksara ‘dh’ utawa ‘th’ waé sing isih padha bingung, amarga pancèn ora ana sing ngene iki ing basa liyané ing nuswantara.

Pangocap sing cacahé wolu iku menawa dirangkum dadi kaya ngéné: (tulisan nganggo IPA)

Pangocap Panulisan Tuladha
ə e Peteng, Bareng
e i, é Sugih, édan, Duwé, Cilik, Kancil, Nulis
ɛ è Dhèmpèt, Suwèk
o o, u Bojo, Jero, Matur, Surjan
ɒ o, a Beda, Rasa, Jeron, Temon, Kanca
a a Bali, Nadyan, Kekancan
u u Buku, Jalu
i i Arti, Lagi

Pangocap karo panulisan sing béda iki sing marahi bingung akèh wong.

Aku dhéwé alhamdulillah isa maca lan nulis jawa kanthi (muga-muga) bener amarga biyèn jaman cilik kerep maca majalah ‘Djaka Lodang’. Pancen beciké kawit cilik anak putuné awaké dhéwé wis dikon maca tulisan sing bener. Nanging kahanan wis kaya ngéné, awaké dhéwé uga anak putuné dhéwé isa-isa agawé bubrah tatanan basa Jawa jalaran akèh tulisan sing ora bener. Sumangga awaké dhéwé mèlu nguri-uri basa Jawa kanthi nulis sing bener. Saya akèh tulisan sing bener, saya apik amarga wong-wong banjur biyasa maca sing bener.

Salah sawijining cara kanggo nguri-uri basa kang bener yaiku nerjemahké WordPress. WordPress mono salah sawijining piranti nulis kang paling populèr saiki. Cara iki muga-muga ndadèkna awaké dhéwé uga anak putu isa maca kang bener.
Yèn kersa nerjemahké mangga mlebet ngriki: http://translate.wordpress.org/projects/wp/dev/jv/default

Ananging ana sing wigati yaiku nèng kono akèh tembung utawa ukara sing wis diterjemahké kanthi ora bener. Padhal yén miturutkku luwih becik ora diterjemahké tinimbang nerjemahké nanging salah. Yèn nerjemahké nanging salah padha waé awaké dhéwé wis mblasukké wong liya. Ora perlu kakèhan nyalahké, sing baku saiki awaké dhéwé kudu mbiyantu nerjemahké WordPress sakdurungé versi 3.1 metu karebèn kabèh isa ngerti piyé panulisan sing bener. Babagan surasa rasah di gatékké dhisik, sing penting panulisané sing bener. Suk saya suwé dipikirké surasa sing luwih becik.

Mangga mlebet ngriki: http://translate.wordpress.org/projects/wp/dev/jv/default

Ing kono akèh-akèhé keklèron yaiku ‘isa’ ditulis ‘iso’ ,’ana’ ditulis ‘ono’ lan sapanunggalané.

Kanthi iki muga-maga basa Jawa tansah langgeng ora mung dadi basa Kocap nanging uga basa Tulis.

Kategori
WordPress

Albizia dan Bombax diterima di direktori theme WordPress

Perjuangan yang tidak sebentar memang, butuh berkali-kali ditolak dan berkali-kali submit. Akhirnya setelah 2 bulan sejak pertama kali submit ke sana, Albizia diterima juga. Lebih beruntung Bombax yang satu bulan setelah disubmit bisa diterima.

Ketiga theme yang telah kubuat dan direlease utk publik (Albizia, Bombax, Calotropis) mempunyai banyak kesamaan. yang paling jelas adalah pada theme options-ya. Dengan theme options yang banyak membuatnya lebih menonjol daripada theme lain yang sekedar tampilannya saja yang bagus. Pertama kali struktur kodenya banyak yang berbeda, namun kemudian disamakan (dengan mengubah banyak tentunya). Penyamaan struktur ini berguna terutama jika ada fitur tambahan di suatu theme, agar dapat diaplikasikan dengan mudah di theme yg lain

Pembuatan Albizia dan Bombax ini memakan waktu berpuluh jam (mungkin ratusan), pekerjaan yang tidak sebentar memang, tapi semoga pengorbanan waktu ini bisa berguna bagi kita semua 😀 .

Kategori
Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia (tidak pakai ke-65)

Dirgahayu jangan ditambahi ke-65!

Dirgahayu berasal dari bahasa sansekerta yang mengandung arti panjang umur. Jadi, kalimat “Dirgahayu RI ke-65” mempunyai arti “Panjang umur RI ke-65”. Lhoh? kok malah jadi menyelamati “RI ke-65”?! Emangnya RI ada banyak sekali sampai ada RI ke-65? Artinya jadi amburadul khan?! Yang semula sok-sokan pengen pake kalimat yang keren eeee malah salah!

Kita coba melakukan googling dengan keyword “Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia” hampir semua yang muncul adalah SALAH.

Hampir semuanya pakai ke-65.

Tulisan/pengucapan yang salah ini sudah sangat melekat di masyarakat, hingga orang-orang biasa, orang-orang penting, presenter, hingga Iklan di TV-pun kebanyakan salah dalam menggunakan kata dirgahayu.

Padahal hal ini sudah jutaan kali dibahas, tetap saja orang-orang itu menulis dengan cara yang salah. Tak heran jika orang Indonesia dicap sebagai orang yang bodoh, makai bahasanya sendiri saja tidak bisa … capek bener

Ada lagi kalimat yang ambigu. Tapi menurut saya ambigu itu lebih baik daripada yang salah (lol) . Yaitu penggunaan kalimat “Selamat HUT RI ke-65”. Kalimat ini bisa-bisa mengandung arti menyelamati RI ke-65, padahal RI hanya ada satu. Yang paling benar adalah “Selamat Merayakan HUT ke-65 RI.”

Jadi, bagi pembaca sekalian, mohon teman-temannnya diperingatkan kalau memakai kata dirgahayu dengan salah. Yang benar cukup bilang Dirgahayu RI, sedangkan ke-65 mohon tidak usah dipakai saja atau buat kalimat baru yang benar.!

Kategori
Bahasa Inggris

Busway: Take The Bus, No It’s way

gambar dari: twitpic.com/2bee7h

Ketika membaca tulisan di belakang sebuah bus transjakarta ini dijamin kita langsung bingung. Sebagai seorang yang bahasa ibu-nya bukan bahasa Inggris saya bingung, tidak bisa langsung mencerna tulisan ini maksudnya apa. Apalagi kalo bahasa ibunya bahasa Inggris, malah lebih bingung lagi (lol) .

Sekarang kita coba translate pake google translate. Take the bus, no it’s way terjemahannya malah jadi: naik bus, tidak ada itu cara. (doh) adakah yang tau terjemahannya apa? (thinking)

Maksudnya biar keren, tapi koq malah salah. Yang paling buruk adalah stigma kebodohan orang Indonesia makin melekat di mata orang luar negri. Lha wong bahasa Inggrisnya kacau gitu!

Apa dong yang bener?

Saya mencoba menelusuri asal usul mengapa ada poster bertuliskan seperti itu. Seperti kita ketahui bahwa jalur busway sering dilewati oleh kendaraan lain, dan beberapa hari terakhir dilakukan penertiban. Maksud tulisan itu pastinya agar para pengendara menggunakan busnya, bukan menggunakan jalan bus untuk berkendara.

Jika yang dimaksud adalah seperti itu, maka kalimat yang benar adalah memakai NOT, bukan NO. Untuk membuat negative clause atau negative sentence dalam bahasa inggris, kita harus menggunakan NOT.

Pesan moral: Tak usah sok-sokan pakai bahasa Inggris kalau memang tak bisa berbahasa Inggris, paling tidak bertanyalah pada yang bisa.

Kategori
Selingan

Postingan pertama kita:

Ini adalah posting pertama. Hanya sekedar mencoba instalasi wordpress saja.  Saya memang suka dengan wordpress karena sifatnya yang opensource dan fiturnya yang banyak terutama dalam penggunaan plugin.

Saat ini udah ada beberapa web/blog templatenya saya buat. Template yang saya buat sangat unik,  karena memanfaatkan wordpress sampai pada level yang mungkin belum pernah terbayang sebelumnya. 😀

Saat ini saya belajar dan terus belajar untuk menjadi desainer template wordpress yang hebat.

Feel free to ask me about language especially: PHP , WordPress & Basa Jawa 😀